Azwan Buka Pertemuan Advokasi dan Sosialisasi Crash Program dan Penguatan Imunisasi Polio

Nasional16 Dilihat

sejagatnews.com | Kampar – Bertempat di Ruang Rapat Bupati Lantai III Kantor Bupati Kampar, Pj. Bupati Kampar diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Ir. H. Azwan, M.Si, buka dan pimpin langsung Pertemuan Advokasi dan Sosialisasi Crash Program dan Penguatan Imunisasi Polio, Senin (27/2).

Hadir mengikuti pertemuan ini Forkopimda Kampar, Kepala Dinas Kesehatan dr. Zulhendra Das’ad, MH. Kes selaku Leading Sektor Kegiatan, Perwakilan WHO Indonesia Yurniati, MSc, Pimpinan 16 OPD di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar, Camat se Kabupaten Kampar, Ketua IDI Kabupaten Kampar, IBI Kabupaten Kampar, Ketua MUI Kabupaten Kampar, serta Pengurus PKK Kabupaten Kampar.

Membacakan pengarahan dari Pj. Bupati Kampar, Ir. Azwan,MSi meminta semua peserta Advokasi dan Sosialisasi Crash Program dan Penguatan Imunisasi Polio agar mampu memahami dan menjalankan arahan dari Pj. Bupati Kampar.

“Capaian dari imunisasi termasuk indikator kinerja Pemerintah dan perlu menjadi prioritas serta fokus untuk kita bersama” demikian disampaikan Azwan mengawali pembacaan pengarahan dari Pj. Bupati Kampar.

Pj. Bupati Kampar menghimbau kepada semua sektor agar bekerjasama, berupaya semaksimal mungkin untuk menyukseskan pelaksanaan Crash Program dan Penguatan Imunisasi Polio di Kabupaten Kampar.

Dukungan dan peran serta semua pihak dijajaran Pemerintahan dan segenap lapisan masyarakat sangat diperlukan agar cakupan pelaksanaan imunisasi polio di Kabupaten Kampar mampu mencapai target 95%” ucap Azwan melanjutkan.

Disisi lain Perwakilan WHO Indonesia Perwakilan Provinsi Riau Yurniati, MSc menyampaikan bahwa Indonesia sejak 2014 sudah bebas dari Polio, dan berharap dapat mempertahankan status benas polio dalam rangka mewujudkan dunia bebas polio di rahun 2026. “Imunisasi juga merupakan Intervensi kunci dalam upaya pencegahan polio di Provinsi Riau Kabupaten Kampar Khususnya” kata Yurnialis menjelaskan.

Kemudian ditambahkan Yunialis bahwa capaian imunisasasi dasar lengkap (IDL) Kabupaten/Kota di Provinsi Riau Tahun 2020 sebesar 48,8%, Tahun 2021 70%, dan mengalami peningkatan pada tahun 2022 diangka 82,3%, namun belum mencapai target nasional yakni sebesar 90%.

” Inilah yang akan menjadi PR kita bersama, karena 2023 telah terjadi banyak kasus Polio terhadap anak-anak, untuk itu kepada Pemerinrah Daerah sangatlah diharapkan penggesaan dari penanggulangan kasus polio ini, salah satunya dengan Crash Program ini” ucap Yunialis.

Dikutip dari laporan yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dr. Zuhendra Das’ad, MH. Kes bahwa Penemuan Virus Polio di Kabupaten/Kota di Provinsi Riau telah dilakukan pencarian pelaporan kasus AFP (Surveilans AFP) dengan target 80 kasus.

Tahun 2022 tercatat capaian penemuan kasus AFP sebanyak 52 kasus dengan capaian non AFP rate sebesar q,69/100.00 penduduk anak usia dibawah 15 tahun yang belum mencapai target yang telah ditetapkan serta sebagai bukti bahwa kinerja Surveilans masih belum maksimal di Riau.

Cakupan Imunisasi Polio dalam 5 (lima) tahun terakhir Kabupaten /Kota di Provinsi Riau termasuk Kabupaten Kampar masih belum mencapai targer yang diharapkan, dalam arti anak-anak belum semua memiliki perlindungan yang lengkap terhadap Virus Polio.

Dengan diadakan pertemuan

Advokasi dan Sosialisasi Crash Program dan Penguatan Imunisasi Polio di Kabupaten Kampar ini, diharapkan dapat melindungi dengan secara dini dan cepat bagi anak-anak di Kabupaten Kampar untuk mewujudkan Kabupaten Kampar sehat yang unggul dan berkelanjutan.(Abu/Rls)