HIKMAH RAMADHAN BAGIAN 2

Riau2 Dilihat

Oleh

Dr. Supardi SH.,MH.,Als Raden Mahmud Sirnadirasa

Bahwa datangnya bulan suci Ramadhan merupakan karunia dan Rahmat dari Allah Subhanahu wa ta’ala yang patut untuk kita syukuri karena banyak dari Saudara-saudara, kita baik teman, keluarga dan lainnya sebagainya saat ini telah Allah Subhanahu wata’ala panggil sehingga tidak dapat berjumpa dengan bulan suci Ramdhan ditahun ini.

Berangkat dari hal ini kiranya kita (khususnya dapat memaksimalkan nikmat waktu dan kesempatan yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dengan mengisi waktu-waktu di bulan suci Ramadhan ini dengan amal-amal sholeh.

Karena dalam bulan suci Ramadhan mengerjakan amal-amal sholeh pahalanya dilipat gandakan yakni mengerjakan amalan sunnah pahalanya sama dengan mengerjakan amalan wajib diluar bulan suci Ramadhan dan pahala amalan wajib yang dikerjakan di bulan suci Ramadhan ganjarannya sama dengan mengerjakan 70 amalan wajib yang dikerjakan diluar bulan suci Ramadhan, tentunya amal-amal sholeh yang dikerjakan tersebut sesuai dengan tuntunan dan sunnah baginda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.
Berikut beberapa amalan sunnah di bulan suci Ramadhan :

1. Bersahur
Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘laihi wasallam bersabda: “Bersahurlah kalian, karena pada santap sahur itu ada keberkahan.”(HR Al-Bukhari No. 1923, Muslim No. 1095)
Rasulullah SAW juga bersabda:

ُرال َّس ُحوهُأَ ْكلُبَ َر َكةٌ، َلَفتَ َد ُعوهُ، َولَ ْو ْنأَيَ ْج َر َع أَ َح ُد ُكْمةُج ْر َعْنِمَما ٍء،َّنَفِإللاََّزَعَّلَو َجهَُو َم َلئِ َكتَيُ َصلُّو َن َعلَىَاْل ُمتَس ِ حِري

“Makan sahur adalah berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya, walau kalian hanya meminum seteguk air, karena Allah ‘Azza wa Jalla dan para malaikat mendoakan orang yang makan sahur. (HR. Ahmad dari Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu ‘anhu)

Syaikh Sayyid Sabiq rahimahullah mengatakan: “Sebab keberkahannya adalah karena sahur dapat menguatkan orang yang berpuasa, menggiatkannya, dan membuatnya ringan menjalankannya”. (Ibid, 1/456)

2. Tadarus Al-Qur’an dan Mengkhatamkannya.
Bulan Ramadhan adalah bulan yang amat erat hubungannya dengan Al-Qur’an, karena saat itulah Al-Qur’an diturunkan. Karena itu, tadarus (membaca sekaligus mengkaji) adalah hal yang sangat utama saat itu dan telah menjadi aktivitas utama sejak masa Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam dan generasi terbaik.
Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma menceritakan:

َنَو َكاُلِجْبِريهُيَْلقَاِفيِ لُكٍةلَ ْيلَْنِمَنَر َم َضاهَُفيُ َداِر ُس
اْلقُ ْرآ

“Jibril menemuinya pada tiap malam malam bulan Ramadhan, dan dia (Jibril) bertadarus Al-Quran bersamanya. (H.R. Bukhari No. 3220

3. Bersedekah.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mencontohkan akhlak yang luar biasa yaitu kedermawanan. Ketika masuk bulan Ramadhan, Beliau kedermawanan beliau seperti angin beremhus. Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, menceritakan:

َنَكاُّيالنَّبَِصلَّى َّّللاُِهَعلَ ْيَو َسلَّ َم أَ ْج َو َد ِسالنَّاُدَوأَ ْج َوَماُنيَ ُكوِفي َر َم َضا َنَنِحييَْلقَاهُ ِجْبِري ُلَنَو َكاِجْبِري ُلِهَعلَ ْيال َّسَلم يَْلقَاهُِفي ُك ِ ل لَ ْيلَ ٍة ْنِمَنَر َم َضا
َفيُ َداِر ُسهَُناْلقُ ْرآَفلَ َر ُسو ُل َّ ِّللا َصلَّى َّّللاُ َعلَ ْي ِهَمَو َسلَُّدأَ ْج َوبِاْل َخْيِر ِم ْنحِالِ رياْل ُم ْر َسلَ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin menjadi-jadi saat Ramadhan apalagi ketika Jibril menemuinya.

Dan, Jibril menemuinya setiap malam bulan Ramadhan dia bertadarus AlQuran bersamanya. Maka, Rasulullah benar-benar sangat dermawan dengan kebaikan laksana angin yang berhembus. (HR. Bukhari No. 3220)

4. Memberi Makanan kepada Orang yang Berbuka Puasa.

Dari Zaid bin Khalid Al Juhani radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah bersabda:

َم ْنَرَف َّطَصائِ ما َكا َن لَهُُلِمثْأَ ْجِر ِهَرَغْيهُأَنََّل ُصيَ ْنقُْنِمِرأَ ْجِمال َّصائَِشْيئ ا

“Barang siapa yang memberikan makanan untuk berbuka bagi orang berpuasa maka dia akan mendapatkan pahala sebagaimana orang tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang itu. (HR. At Tirmidzi No. 807, Ahmad No. 21676, An Nasai dalam As Sunan Al Kubra No. 3332, Al Baihaqi dalam Syuabul Iman No. 3952).

5. Memperbanyak Doa.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah bersabda:

ثََلثَةٌ َلُّدتُ َرَد ْع َوتُ ُه ْم ال َّصائِ ُم َحتَّىَريُ ْف ِطَوا ِْْل َما ُمُلاْلعَاِدَو َد ْع َوةُ اْل َم ْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْ ْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْْ

“Ada tiga manusia yang doa mereka tidak akan ditolak: (1) Doa orang yang berpuasa sampai dia berbuka (2). Pemimpin yang adil dan (3) Doa orang teraniaya”. (HR. At Tirmidzi No. 2526, 3598, Ibnu Hibban No. 7387. ishahihkan oleh Imam Al Baihaqi).

6. Menyegerakan Berbuka Puasa.
Dari Amru bin Maimun radhiallahu ‘anhu:

كان أصحاب محمد صلى للا عليه و سلم أعجل الناس إفطارا وأبطأهم سحوراُ

“Para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling bersegera dalam berbuka puasa, dan paling akhir dalam sahurnya”. (HR. Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 7916. Al Faryabi dalam Ash Shiyam No. 52. Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf No. 9025)

7. Iktikaf di Asyrul Awakhir.
Dari Ummul Muknimin ‘Aisyah radhiallahu ‘anha:

َّنأََّيالنَّبَِصلَّى َّّللاُِهَعلَ ْيَو َسلَّ َم َكا َن ُفيَ ْعتَِكْالعَ ْش َر ا ْْلَ َوا ِخ َر ْنِمَر َم َضا َن َحتَّىهُتَ َو َّفاَُّّللاَّمثُا ْعتَ َك َف أَ ْز َوا ُجهُ ِم ْنِهبَ

“Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan sampai beliau diwafatkan Allah, kemudian istri-istrinya pun iktikaf setelah itu”.(HR. Bukhari, No. 2026, Muslim No. 1171, Abu Daud No. 2462. Ahmad No. 24613, dan lainnya)

8. Qiyam Ramadhan (Salat Tarawih dan Salat Malam Lainnya).
Salat Tarawih memiliki keutamaan dan ganjaran yang besar sebagaimana yang disebutkan dalam hadis shahih.

ْنَعأَبِيةَهُ َر ْي َرَّنأََر ُسو َل َّ ِّللا َصلَّىَُّّللاِهَعلَ ْيَمَو َسلَّ
َقا َل َم ْن َقا َم َر َم َضا َن إِي َمان ا َوا ْحتِ َساب ا ُغ ِفَرهُلََماَمتَقَ َّدِم ْن ذَ ْنبِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang salat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap ganjaran dari Allah,maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu. (HR. Bukhari No. 37, Muslim No. 759)

9. Umrah.
Ibadah Umrah ketika bulan Ramadhan adalah sebanding pahalanya seperti haji bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah berkata kepada seorang wanita Anshar bernama Ummu Sinan:

َّنَفِإةُع ْم َرِفي َر َم َضا َن تَ ْق ِضي َح َّجة أَ ْو َح َّجةيَم ِع

“Sesungguhnya umrah ketika bulan Ramadhan sama dengan menunaikan haji atau haji bersamaku.” (HR. Bukhari No. 1863, Muslim No. 1256)

10. Menjauhi Perbuatan yang Merusak Puasa.
Di antara perbuatan yang merusak puasa Ramadhan adalah menggunjing (ghibah), adu domba (namimah), menuruti syahwat (rafats), berjudi, dan berbagai perbuatan fasik lainnya. Perbuatan ini mesti dijauhi agar shaum kita tidak sia-sia.

Dari AbuHurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah bersabda:
َكْم ْنِمٍمَصائِلَ ْي َسهُلَِم ْن ِصيَاِهِمإِ َّلُعاْل ُجو

“Betapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar saja. (HR. Ahmad No. 9685, Ibnu Majah No. 1690, Ad Darimi No. 2720). Pekanbaru, 24 Maret 2023.