Sejagatnews.com (Rohul) Bonai Darussalam– Saat orang lain cuma posting ucapan, Ketua DPD APDESI Riau Zulfahrianto, SE justru mengajak semua kepala desa menengok ke belakang. Di Hari Dermaga Nasional, beliau mengingatkan, dermaga adalah urat nadi yang dulu menghubungkan desa-desa terisolasi di Riau.
Diunggah dari akun facebook pribadinya, Berdiri dengan seragam putih kebanggaan APDESI dan latar pelabuhan, Ketua DPD APDESI Riau Zulfahrianto, SE menyampaikan pesan yang dalam.
“Mengenang kembali betapa besarnya peran dermaga dalam menghubungkan desa-desa kita yang terisolasi. Ini adalah pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga, merawat, dan memperjuangkan pembangunan dermaga di pelosok desa demi masa depan konektivitas maritim yang lebih kuat,” ujar Zulfahrianto, SE.
Bagi Ketua DPD APDESI Riau, Hari Dermaga bukan sekadar tanggal di kalender. 79 tahun penyerahan pelabuhan 1946 dan 65 tahun PP Pelabuhan 1961 adalah prasejarah yang wajib diingat pemimpin.
“Tidak melupakan prasejarah adalah salah satu wadah kearifan seorang pemimpin yg mulia. Kalau kita lupa bagaimana dermaga dulu jadi penyelamat desa-desa terpencil, maka kita akan gagal membangun dermaga untuk anak cucu kita,” tegas Zulfahrianto, SE dengan nada mantap.
Menurutnya, “Pemimpin Inovatif untuk Desa Riau yang Mandiri” harus dimulai dari dermaga. Zulfahrianto, SE dorong APDESI Riau kawal kades, ajukan dana desa buat dermaga, rawat dermaga existing, dan jadikan dermaga pusat ekonomi BUMDes.
Karena bagi Ketua DPD APDESI Riau, desa yang terhubung lewat dermaga sama dengan desa yang nggak akan tertinggal lagi. Laut bukan pemisah, tapi penghubung. Dan Ketua DPD APDESI Riau Zulfahrianto, SE siap jadi garda terdepan memperjuangkannya. *(Diki Andi)
