Kanit Binmas Polsek Rambah Samo IPDA Zulpendi, Turun Langsung Ke Lokasi Tanaman Jagung Pipil Warga Dilahan Seluas 2 Hektar Desa Marga Mulya, Untuk Mewujudkan Asta Cita Swasembada Pangan Nasional 2026

Sejagatnews.com (Rohul) Rambah Samo — Komitmen Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mewujudkan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto yakni program swasembada ketahanan pangan nasional 2026 dibuktikan oleh Kapolsek Rambah Samo IPDA Sarlose Mesra, SH yang diwakili oleh Kanit Binmas Polsek Rambah Samo IPDA Zulfendi., S.Pd,i turun langsung ke Lahan tanaman jagung pipil, jaga ketahanan pangan Rakyat. Kanit Binmas identik dengan pembinaan masyarakat di aula desa, kali ini beda. Selasa,(22/6/2026),

Kanit Binmas Polsek Rambah Samo IPDA Zulfendi, S.Pd,i lepas sepatu dinas, ganti sepatu boot, turun langsung ke lokasi di pematang tanaman jagung pipil.

Tangannya nyentuh daun jagung. Matanya ngitung batang. Mulutnya nanya ke petani. “Pupuknya cukup Pak? Hama aman?”

Kanit Binmas IPDA Zulpendi, S.Pd,i yang di Instruksikan oleh Kapolsek Rambah Samo IPDA Sarlose Mesra, SH mewakili Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra, SIK , M.Si. “Program Asta Cita swasembada pangan 2026 jangan cuma jadi tulisan. Turun, cek langsung, kawal langsung,” ujar IPDA Zulfendi, S.Pd,i.

“Ini Lahan Kami, Ini Keringat Kami”
Di lahan 2 hektar Desa Marga Mulya,” ucap Kanit Binmas. Tidak canggung. Didampingi Staf Khusus Karo SDM Polda Riau Bapak Khusnul Mubarok, S.P., M.B.A, Bripda Ardiansyah Harahap S.P dan Bripda M. Putra Aulia S.Pt, dan Bhabinkamtibmas Polsek Rambah Samo Aipda Gondo Wahyu Utomo, SH.

Disambut Direktur BUMDes Mitra Usaha Mulya Bapak Suryana, SE dan Ketua Unit Ketahanan Pangan Bapak Sukino. Tidak ada pidato. Kompak jalan ke barisan jagung Pioner 32 Singa umur 38 hari. Masa genting. transisi tumbuh ke buah.

Bedah satu-satu. Lahan mineral hitam subur, air tadah hujan, daun hijau batang kokoh, nihil hama ganas. Laporan singkat tapi nendang. “Normal, subur, siap panen”.

Tegas dia bilang di depan warga. “Ini lahan kelola Polsek Rambah Samo langsung. Jadi kalau ada yang tanya ‘beneran digarap apa tidak?’, jawabannya ada di depan mata. Ini bukan program titipan. Ini keringat kami sendiri,” pungkasnya.

Dulu bayangan “Polisi dan Desa” bareng razia dan patroli. Hari ini Kanit Binmas Polsek Rambah Samo IPDA Zulpendi, S.Pd,i ubah bayangan itu. Polisi turun langsung ke areal tanaman jagung pipil yang penuh lumpur, nanya pupuk, nyentuh tanah.

Bhabinkamtibmas Polsek Rambah Samo Bripda Ardiansyah Harahap, S.P yang sarjana pertanian bilang. “Ilmu kampus kepake di sini. Mengurus jagung tidak beda ngurus masyarakat. Sama-sama butuh sabar dan tidak boleh setengah-setengah,”ujar Bripda Ardiansyah, Harahap.

Manggut. Dia paham, ketahanan pangan sama dengan ketahanan keamanan. Lengah sedetik, bisa berantakan.

Sementara itu, Sebelum pulang, Bapak Sukino narik napas lega. “Kami senang didatangi langsung. Jagung ini bukan cuma jagung. Ini harapan dapur tetap ngebul walau harga naik.”ucapnya.

Di titik itulah Kanit Binmas Polsek Rambah Samo IPDA Zulpendi., S.Pd,i buktikan. Ketahanan pangan itu bukan slogan di spanduk. Tapi lumpur di sepatu, keringat di tanah, keyakinan kerja kecil hari ini nyelametin perut rakyat besok.

Perut rakyat aman, kepala dingin, negara tenang. Itu logika ucap Kanit Binmas Polsek Rambah Samo.

Selama rangkaian kegiatan berlangsung, situasi terdapat aman, lancar dan kondusif serta penuh dengan rasa syukur.*(Diki Andi)

Sumber: beninginfo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *