Sejagatnews.com (Rohul) Pasir Pangaraian– Job Fair perdana Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) 2026 resmi ditutup, Ahad (18/10/2026). Selama dua hari pelaksanaan, sebanyak 2.814 pencari kerja tercatat hadir dan mengambil nomor antrean untuk mengikuti proses rekrutmen di 38 perusahaan peserta.
Berdasarkan data panitia, pada hari pertama, Sabtu (17/10/2026), sebanyak 1.687 pencari kerja hadir. Sementara pada hari kedua, jumlah peserta mencapai 1.127 orang.
Di balik tingginya antusiasme tersebut, persaingan mendapatkan pekerjaan terbilang ketat. Dashboard Job Fair Rohul 2026 mencatat sebanyak 38 perusahaan menyediakan 1.295 lowongan kerja. Sementara jumlah pendaftar mencapai 3.504 orang dengan total 5.966 lamaran yang masuk ke perusahaan.
Data tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul, terutama terkait kepastian hasil seleksi bagi ribuan pencari kerja yang telah mengikuti proses rekrutmen.
Bupati Rohul Anton ST MM, sebelumnya telah mengingatkan seluruh perusahaan peserta agar mengumumkan hasil seleksi secara terbuka, baik secara online maupun offline. Perusahaan diminta memberikan kepastian kepada setiap pelamar, tanpa membiarkan mereka menunggu hasil rekrutmen tanpa kejelasan.
Penegasan itu disampaikan Bupati Rohul Anton saat membuka Job Fair Rohul di halaman Kantor Bupati Rohul, Ahad (18/10/2026).
“Atas nama Pemkab Rohul, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada 38 perusahaan yang mengikuti Job Fair perdana ini. Kita tekankan agar perusahaan memberikan kepastian kepada seluruh pencari kerja, diterima atau tidak,” tegas Bupati Anton.
Ia menegaskan, transparansi hasil seleksi penting agar Job Fair tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial.
“Pengumuman bisa dilakukan secara online maupun offline agar kegiatan ini tidak hanya dianggap seremonial atau pencitraan saja,” ujarnya.
Menurut Bupati Anton, keterbukaan hasil seleksi merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan kepada para pelamar. Dengan adanya kepastian, pencari kerja dapat mengetahui hasil seleksi dan menentukan langkah selanjutnya.
“Job Fair ini bukan sekadar ajang mengajukan lamaran. Kita ingin proses rekrutmen berjalan transparan dan memberikan kepastian kepada para pencari kerja,” tutup Anton yang bergelar Datuk Seri Setia Amanah Baginda Jabaringin itu.
Meski Job Fair telah resmi ditutup, Pemkab Rohul memastikan perhatian terhadap proses penerimaan tenaga kerja tetap berlanjut.
Pimpinan mengarahkan Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskop UKM Nakertrans) Rohul untuk terus memantau perkembangan penerimaan tenaga kerja di masing-masing perusahaan peserta.
Langkah ini penting untuk memastikan proses rekrutmen tetap berjalan setelah kegiatan berakhir dan perkembangan hasil penerimaan dapat dipantau.
Dari sisi domisili, dashboard mencatat 80 persen pelamar merupakan warga Rohul, sedangkan 20 persen lainnya berasal dari luar daerah. Berdasarkan jenis kelamin, pelamar laki-laki mencapai 66 persen dan perempuan 34 persen.
Dari tingkat pendidikan, lulusan S1/S2/D4 mendominasi dengan 62 persen, disusul SMA/SMK sebesar 24 persen, pendidikan lainnya 12 persen, serta diploma (D3) sebesar 2 persen.
Dashboard juga mencatat 58 persen pelamar berstatus siap melamar, sedangkan 42 persen lainnya belum melengkapi persyaratan.
Job Fair yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-27 Kabupaten Rohul ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pengumpulan lamaran. Kepastian hasil seleksi dan tindak lanjut penerimaan tenaga kerja menjadi tolok ukur penting agar program tersebut benar-benar membuka peluang kerja bagi masyarakat.*(Diki Andi)
Sumber:Cakaplah.com
