Sejagatnews.com (Riau) Pekanbaru – Kabar membanggakan datang dari petani sawit mitra PTPN IV PalmCo Regional III di Provinsi Riau. Tak tanggung-tanggung, 4.390 hektare kebun petani yang tergabung dalam lima koperasi resmi mengantongi sertifikasi keberlanjutan kelas dunia, Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).
Yang membanggakan, empat dari lima koperasi tersebut berasal dari Kabupaten Rokan Hulu, Negeri Seribu Suluk.
Group Manager Distrik Petani Mitra PTPN IV Regional III, Ferry P Lubis menjelaskan, keempat lembaga pekebun asal Rohul itu adalah KUD Makarti Jaya (731 Ha), KUD Dayo Mukti (706 Ha), KUD Karya Mukti (874 Ha), dan KUD Tani Sejahtera (856 Ha).
Sementara satu koperasi lainnya, Koperasi Kusuma Bakti Mandiri dengan luas 1.223 Ha, berada di Kabupaten Kampar.
“Alhamdulillah, saat ini lima lembaga pekebun mitra kami berhasil peroleh sertifikasi RSPO. Empat di antaranya berasal dari Rokan Hulu. Ini tentu hal yang sangat baik untuk petani mitra dalam mengelola kebun secara produktif dan sesuai standar keberlanjutan yang diakui secara internasional,” kata Ferry di Pekanbaru, Jumat (30/10/2026).
Ferry merincikan, total 3.167 Ha kebun petani di Rokan Hulu yang disertifikasi RSPO itu merupakan hasil pendampingan intensif yang dilakukan PTPN IV Regional III sejak tahun 2024 lalu.
Pendampingan itu bukan sekadar di atas kertas. Mulai dari penataan administrasi dan legalitas kebun, penguatan organisasi koperasi, peningkatan kapasitas petani, penerapan Good Agricultural Practices, hingga pemenuhan aspek lingkungan dan sosial sesuai standar RSPO.
“Memperoleh sertifikasi RSPO bukan perkara mudah. Para petani harus melalui serangkaian proses, mulai dari penataan administrasi kebun, pemenuhan standar pengelolaan lingkungan, hingga audit yang ketat. Capaian ini tidak terlepas dari kesungguhan petani dan pengurus koperasi serta pendampingan yang konsisten,” tegas Ferry.
Menurutnya, capaian ini membuktikan kemitraan PTPN IV PalmCo dengan petani bukan sekadar kemitraan semusim.
“Sejak awal, keberadaan PTPN memang diarahkan untuk tumbuh dan berkembang bersama petani. Kemitraan itu sudah berjalan puluhan tahun, dan sampai hari ini terus kami perkuat. Sertifikasi RSPO yang kini diraih koperasi mitra menjadi salah satu gambaran bagaimana kerja sama tersebut terus berkembang,” jelasnya.
“Yang kami bangun bukan hubungan kemitraan untuk satu atau dua tahun. Ini hubungan jangka panjang. Selama kebun masih diusahakan, selama itu pula kami ingin petani memiliki kemampuan untuk mengelolanya dengan baik dan mendapatkan manfaat ekonomi dari kebunnya,” pungkas Ferry.
Dengan sertifikat RSPO, kebun petani mitra kini naik kelas. Produk sawit berkelanjutan mereka diakui pasar global dan berpeluang mendapatkan harga premium.*(Diki Andi)
Sumber: antaranews.com
