SejagatNews.com (Rokan Hulu) Rambah Samo — Langkah positif kembali dilakukan oleh PT. Rambah Sawit Mandiri (RSM), salah satu PKS swasta yang berada di Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Perusahaan ini tidak hanya komitmen terhadap kepedulian sosial masyarakat di desa sepadan, tetapi juga memperhatikan masalah infrastruktur.
Melalui memorandum of understanding (MoU) yang melibatkan manajemen PT. RSM dengan pemerintah, yakni Dinas PUPR Kabupaten Rohul dan Tim proyek provinsi Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau, perusahaan ini melakukan perbaikan jalan provinsi sepanjang 100 meter di lokasi jalan lintas Ujung Batu – Pasir Pengaraian di depan PT. RSM.
Anggaran CSR Sebesar Rp 767.956.830
Dilansir dari Kabarbaru.co Dan Suararakyat62.com,
Plt Kepala Dinas PUPR Rohul, Zulfikri, menjelaskan bahwa kesepakatan ini diharapkan mencegah terjadinya tumpang tindih pengerjaan dengan proyek sejenis dari Dinas PUPR Provinsi Riau. “Kerjasama ini akan memperjelas pembagian peran dan tanggung jawab, serta meningkatkan efisiensi pelaksanaan pembangunan jalan,” jelas Zulfikri.
Menurut Zulfikri, kolaborasi seperti ini bisa menjadi contoh model kemitraan strategis antara pemerintah dan perusahaan untuk menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat. “Kami berharap perusahaan lain di Rokan Hulu juga ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui program CSR maupun TSP,” tambahnya.
Pembangunan pada ruas jalan Tandun menuju Pasir Pengarayan ini diyakini akan memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar akses transportasi, distribusi barang, serta mobilitas harian warga.
Kedua belah pihak telah sepakat untuk menjalankan proyek ini dengan prinsip tanggung jawab, transparansi, dan berorientasi pada kepentingan publik. Dengan demikian, diharapkan proyek ini dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Rokan Hulu.
Hal senada disampaikan Humas PT RSM, Toni Alexander, SH, mengatakan bahwa perusahaan mengalokasikan dana CSR sebesar Rp 767.956.830 untuk perbaikan infrastruktur ini. Perbaikan infrastruktur sendiri dilakukan dengan melakukan pengaspalan jalan dan pembangunan drainase sepanjang perbaikan jalan.
Toni menambahkan bahwa progres pekerjaan sendiri akan terus dimaksimalkan untuk dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai waktunya. “Akan terus kami maksimalkan, dapat dilihat sampai saat ini alat berat masih bekerja di lapangan dan proses penggalian tanah untuk pembangunan drainase masih di kerjakan,” terang Humas.
Humas mengatakan bahwa belum terdapat permasalahan yang berarti soal cuaca saat proses pekerjaan, namun traffic lalu lintas yang cukup padat yang sedikit menjadi persoalan. “Kendala mungkin hanya traffic lalu lintas kendaraan yang padat pada jam tertentu, namun di luar itu belum ditemukan kendala yang berarti,” ucapnya.
Apresiasi positif pun dilontarkan oleh Adi (42), salah seorang masyarakat Dusun Karya Mulia, yang menjadi bagian desa sepadan PT. RSM. “Kalau infrastruktur jalan dan drainase sudah bagus, tentunya akan berdampak positif bagi masyarakat sekitar, terutama soal genangan air yang selama ini menjadi masalah saat kondisi jalan tergenang,” ujar Adi.
Daniel (34), salah seorang pengendara sepeda motor yang melintas, juga memberikan komentar senada. “Bagi pengendara sendiri, tentunya memberi kenyamanan, karena kondisi jalan yang rata, apalagi bagi saya sendiri, yang sering melintas dalam kondisi malam hari karena pulang dari tempat kerja,” pungkasnya.*(Diki Andi)
