PEKANBARU, http://SejagatNews.com* – Persoalan klasik Penerimaan Murid Baru kembali disoroti. Komisi III DPRD Kota Pekanbaru mendatangi Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau, Senin (27/4/2026).
Kedatangan wakil rakyat itu bersama Pj Sekda Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, Dinas Pendidikan, dan Bappeda. Mereka juga berkoordinasi dengan Ombudsman RI Perwakilan Riau yang turut mendampingi pertemuan di BPMP.
Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Niar Erawati, mengatakan kunjungan ini untuk menyampaikan keluhan warga yang selalu muncul saat reses. Banyak orang tua mengeluh anaknya sulit masuk SMP negeri, padahal jarak rumah sangat dekat dengan sekolah.
“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, kami selalu mendapat pertanyaan berulang-ulang sewaktu reses tentang kesulitan masyarakat untuk masuk mendaftarkan anaknya ke sekolah-sekolah yang sebenarnya jaraknya dekat dengan tempat tinggal,” ujar Niar.
Fakta mencengangkan terungkap dalam pertemuan itu. Ternyata ada ketimpangan besar antara jumlah lulusan SD dengan daya tampung SMP Negeri di Pekanbaru.
“Banyak masalah yang kami suarakan dari Komisi III. Kesenjangan ini menjadi persoalan serius, data-data yang disajikan Dinas Pendidikan membuat Ombudsman juga sadar ternyata masalah kesenjangan jumlah tamatan SD dan daya tampung SMP itu sekitar 4.800 lebih siswa yang tidak tertampung,” ungkap politisi Demokrat tersebut.

Ribuan siswa itu terancam tidak kebagian kursi di SMP negeri tahun ini.
Karena itu, Komisi III meminta BPMP Riau meneruskan persoalan ini ke pemerintah pusat. DPRD mendorong adanya kebijakan khusus untuk Pekanbaru, termasuk wacana penambahan kuota rombongan belajar.
DPRD juga menekankan agar Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 lebih berpihak pada warga kurang mampu yang tinggal di sekitar sekolah.
“Kami ingin masyarakat yang kurang mampu dan tinggal dekat sekolah bisa lebih diprioritaskan. Dengan begitu, bantuan pendidikan juga bisa lebih tepat sasaran,” tegas Niar.

Selain daya tampung, Komisi III juga menyoroti stigma sekolah favorit yang masih kuat di Pekanbaru. Akibatnya, beberapa sekolah selalu diserbu pendaftar, sementara sekolah lain sepi peminat.

“Kita ingin semua sekolah di Pekanbaru menjadi sekolah favorit,” ucap Niar.
Untuk mewujudkan itu, pihaknya mengusulkan pemetaan mutu sekolah secara menyeluruh, mulai dari kualitas guru hingga sarana prasarana. Jika ditemukan ketimpangan, perlu ada pemerataan, salah satunya melalui rotasi guru antar sekolah.
