SejagatNews.com | PEKANBARU – Sebanyak 535 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ditemukan di Kota Pekanbaru. Angka ini membuat Komisi III DPRD Kota Pekanbaru angkat bicara.
Sekretaris Komisi III, Abu Bakar, menegaskan bahwa pencegahan DBD tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus ikut andil memutus mata rantai nyamuk Aedes aegypti.
“Ini harus jadi perhatian bersama, terutama Dinkes dan masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi wabah DBD,” tegasnya, Rabu (19/8/2026).
Menurut Abu Bakar, Dinas Kesehatan Pekanbaru harus lebih gencar turun ke lapangan. Sosialisasi dan edukasi tentang pencegahan DBD harus sampai ke permukiman warga.

Ia menyebut peran Puskesmas,kader Posyandu, serta perangkat RT/RW sangat penting untuk menyukseskan sosialisasi tersebut, terutama terkait gerakan 3M Plus.
“Dalam melaksanakan sosialisasi tersebut, perlu melibatkan pihak-pihak yang bisa memberikan informasi seperti pihak Puskesmas, kader Posyandu sampai ke RW/RT, terutama bagaimana menggerakkan 3M Plus,” jelasnya.
Terakhir, ia mengingatkan agar gotong royong membersihkan lingkungan kembali digalakkan oleh camat dan lurah. Dengan lingkungan yang bersih, risiko penyebaran DBD bisa diminimalisir.

“Camat, lurah hingga RT dan RW harus mengajak masyarakat melakukan gotong royong untuk membersihkan lingkungan. Paling tidak dengan membersihkan lingkungan bisa mencegah penyakit DBD,” pungkasnya.
