Sejagatnews.com (Rohul) Pasir Pengaraian– Di panggung Grand Final Bujang Dara Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2026, satu warna pink langsung jadi pusat perhatian. Bukan lampu sorot. Tapi Dr. Yeni Dwi Putri, Ketua TP PKK Kabupaten Rohul.
Berdiri di tengah deretan finalis Bujang Dara, Ibu Ketu TP PKK Kabupaten Rohul yang akrab disapa dr. Yeni ini nggak cuma jadi penonton. Sertifikat yang digenggam finalis sama dengan bukti nyata dukungan ke generasi muda Rohul.
“Bukan sekadar ajang kecantikan,” tegas dr. Yeni Dwi Putri usai acara. “Bujang Dara itu duta. Tugas mereka jaga budaya, promosikan wisata, jadi contoh akhlak dan prestasi buat adik-adik di Rohul,” Ujarnya.
Biasanya Ketua TP PKK identik dengan PKK, Dasawisma, Posyandu. Kali ini Ibu dr. Yeni Dwi Putri buktikan, penguatan keluarga juga lewat budaya.
Di foto, senyum Ketua TP PKK Kabupaten Rohul Ibu dr. Yeni Dwi Putri baju pink melebur dengan senyum finalis berhijab. Nggak ada jarak. Ada jabat tangan erat, ada tepuk semangat, ada pesan: “Kalian wajah Rohul ke depan. Cantik harus, cerdas wajib, berakhlak harga mati.”
Berdiri di sampingnya tokoh daerah baju batik hitam dan para finalis pegang sertifikat. Semua kompak pose “3 jari” sama dengan simbol 3 pilar Bujang Dara, Cerdas, Berbudaya, Berakhlak.
Ketua TP PKK kabupaten Rohul Ibu dr. Yeni Dwi Putri percaya, pariwisata Rohul nggak akan maju kalau anak mudanya nggak cinta budaya sendiri. Lewat Grand Final ini, PKK Rohul titip pesan.
“Teruslah belajar dan berlatih dengan baik demi mewujudkan cita-cita yang gemilang di masa depan. Berlatih merupakan hal yang sangat penting dalam membentuk karakter diri. Kegiatan ini juga memberikan banyak nilai positif karena peserta dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dan pengalaman,” ujar dr. Yeni Dwi Putri.
Dan benar. Finalis yang malam itu terima sertifikat bukan cuma dapat gelar. Tapi dapat amanah dari Ibu dr. Yeni Dwi Putri Ketua TP PKK Kabupaten Rohul, jadi duta yang geraknya nyata, bukan cuma di panggung.
Karena buat dr. Yeni Dwi Putri, membangun Rohul dimulai dari rumah. Rumah yang kuat sama dengan keluarga yang paham budaya. Keluarga yang paham budaya sama dengan anak muda yang jadi Bujang Dara kebanggaan daerah.*(Diki Andi)
Sumber:nusapos.com
