SejagatNews.com (Rohul) Ujungbatu– Momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimaknai berbeda oleh insan pers. Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia DPC PWRI Kabupaten Rokan Hulu menjadikan peringatan 17 Agustus sebagai refleksi dan penguatan komitmen dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Kamis (13/8/2026), jajaran pengurus PWRI Rohul menegaskan bahwa kemerdekaan pers harus dibarengi dengan profesionalisme, independensi, dan integritas tinggi.
Ketua DPC PWRI Rohul, Panigoran Dasopang mengatakan, kemerdekaan tidak boleh berhenti pada seremoni pengibaran bendera. Bagi pers, kemerdekaan adalah tanggung jawab moral.
“Pers harus bekerja profesional, independen dan bertanggung jawab. Kemerdekaan pers harus digunakan untuk mengawal pembangunan dan menyuarakan kepentingan masyarakat,” tegas Panigoran.
Menurutnya, dalam sistem demokrasi, pers memiliki posisi strategis. Karena itu kebebasan pers harus dijalankan secara bertanggung jawab dengan tetap menjunjung tinggi etika jurnalistik dan kepentingan publik.
Di tengah derasnya arus informasi digital dan media sosial, Sekretaris DPC PWRI Rohul, Hasan Basri Ritonga mengingatkan tantangan wartawan semakin kompleks.
“Kecepatan tidak boleh mengalahkan ketepatan. Setiap informasi harus diverifikasi dan pihak yang diberitakan harus diberi ruang untuk memberikan klarifikasi,” ujar Hasan Basri Ritonga.
Ia menekankan, profesionalisme dibangun dari kebiasaan cek fakta, konfirmasi ke pihak terkait, serta tidak mencampurkan opini pribadi ke dalam pemberitaan.
Senada, Humas PWRI Rohul, Sutono mengingatkan seluruh anggota agar berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik.
“Kemerdekaan pers bukan kebebasan tanpa batas. Kebebasan harus disertai tanggung jawab, etika dan keberpihakan pada kepentingan publik,” tegas Sutono.
PWRI Rohul berharap HUT RI ke-81 menjadi titik tolak penguatan komitmen seluruh wartawan untuk menghadirkan berita yang akurat, berimbang, faktual, dan dapat dipertanggung jawabkan.
“Pembangunan yang baik kita apresiasi, sementara persoalan publik harus dikritisi berdasarkan data dan fakta. Pers harus jadi mitra kritis pemerintah sekaligus suara masyarakat,” pungkas Sutono.
Dengan semangat kemerdekaan, PWRI Rohul berkomitmen terus menjaga independensi, meningkatkan kualitas jurnalistik, dan menciptakan ruang informasi yang sehat demi kemajuan Kabupaten Rokan Hulu.*(Diki Andi)
Sumber: Rilis Hasan Basri Ritonga
