Sejagatnews.com (Rohul) Tandun — Kemarahan warga Koto Tandun memuncak. Pencemaran Sungai Bawak yang diduga berasal dari PT Surya Sawit Mandiri, SSM membuat masyarakat turun ke jalan, Selasa (2/6/2026). Di tengah desakan itu, Humas PT SSM Toni Alexander justru banjir sorotan setelah pernyataannya dianggap memutarbalikkan fakta.
Kepada sejumlah pihak, Toni Alexander mengklaim perusahaannya sudah jalankan semua instruksi DLH Rohul. Ia menyebut pekerjaan restoking atau perbaikan baru dimulai sehari setelah keributan warga.
“Itu semua hanya alasan pembenaran semata,” kata sumber warga di lapangan yang menolak disebut nama.
Tak berhenti di situ, Toni juga menyampaikan ke media lain bahwa warga Koto Tandun tidak resah dan sudah paham kondisi sebenarnya. Pernyataan itu langsung dibantah warga.
“Kamu salah besar Bang Toni. Masyarakat marah bukan karena dihasut, tapi karena penderitaan nyata. Jangan belokkan fakta,” tegas warga lain.
Warga menuding PT SSM beroperasi tanpa Surat Layak Operasional, SLO yang sah. Mereka tunjuk surat teguran dan berita acara DLH Rohul yang menurut mereka belum ditindaklanjuti. Soal legalitas lahan, warga juga sebut “Land Application bermasalah”.
Tudingan lain: Toni Alexander disebut arogan, memblokir nomor wartawan saat dikonfirmasi, dan diduga mengadu domba masyarakat. Gaya serupa juga disebut terjadi di 3 PKS lain: KCN, RSM, dan Era Sawita.
Bupati Rohul H. Anton, ST., MM murka dengar laporan ini. Ia ancam turun langsung ke lokasi.
“Perusahaan PKS di Rohul harus patuh aturan dan bertanggung jawab penuh atas pencemaran. Saya siap cabut izin kalau terbukti merusak lingkungan,” tegas Bupati Anton nada tinggi.
Hingga berita ini naik, upaya konfirmasi ke Toni Alexander dan manajemen PT SSM belum mendapat jawaban lengkap. Redaksi katakabar.com membuka ruang seluas-luasnya bagi PT SSM untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab berimbang.
Warga kini minta tindakan tegas. “Berhenti berbohong, akui kesalahan, perbaiki kerusakan,” seru mereka. Kasus ini akan dikawal sampai ada langkah nyata.*(Tim)
Sumber: katakabar.com
