Kades Sontang Sekaligus Ketua DPD APDESI RIAU Zulfahrianto, SE Ucapkan Hari Populasi Dunia Ke-37, Ajak Desa Se-Riau Jaga Keseimbangan Penduduk Dan Lingkungan, Momentum Desa Bangun SDM Berkualitas

SejagatNews.com (Rohul) Sontang, Bonai Darussalam– Kepala Desa Sontang Zulfahrianto, SE sekaligus Ketua DPD APDESI Riau menyampaikan ucapan Selamat Hari Populasi Dunia ke-37 yang diperingati setiap tanggal 11 Juli.

Tahun ini, Hari Populasi Dunia 2026 mengusung refleksi 37 tahun sejak momentum 5 miliar penduduk dunia pada 11 Juli 1987.

Dalam pesannya, Sabtu (11/7/2026) Kades Sontang Zulfahrianto, SE mengajak seluruh kepala desa dan masyarakat di Riau untuk menjadikan peringatan ini sebagai momentum membangun desa yang berkualitas.

“Hari Populasi Dunia bukan hanya angka. Ini pengingat bagi kita semua tentang pentingnya merencanakan masa depan dengan baik. Pertumbuhan penduduk harus diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM, kesehatan, pendidikan, dan kelestarian lingkungan,” ujar Ketua DPD APDESI Riau Zulfahrianto, SE.

Zulfahrianto, SE yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Menekankan bahwa desa memiliki peran strategis dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui program-program di desa, kita bisa memastikan setiap anak lahir dalam keadaan sehat, mendapat pendidikan layak, dan tumbuh di lingkungan yang sehat. Inilah wujud `Bersama Merawat Masa Depan Bumi` yang kita cita-citakan,” tambahnya.

Sebagai Ketua DPD APDESI Riau, Zulfahrianto, SE juga mendorong seluruh pemerintah desa se-Riau untuk aktif dalam program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan berkelanjutan.

“Desa adalah garda terdepan. Jika desa kuat dan masyarakatnya sejahtera, maka Indonesia akan kuat. Mari kita jadikan Hari Populasi Dunia ini sebagai pengingat untuk bekerja lebih baik lagi demi generasi mendatang,” pungkasnya.

Peringatan Hari Populasi Dunia pertama kali ditetapkan PBB melalui UNDP pada tahun 1989, dan peringatan resmi pertama dilakukan pada tahun 1990.*(Diki Andi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *